Setelah kesenengan udah lama gak cek blog, ternyata tulisan tentang
Kampung Tulip Bandung ada di peringkat pertama halaman Google.
Beuuh, kesenengan gitu deh amatir blogger
mah! Dalem hati, sedih juga
blogpost
blog yang kantor gak pernah ada muncul di halaman Google kalo
keyword-nya diketikan.
Gimana toh kerjamu ini Romlah!
Tapi, dari sanalah kekuatan Sailormoon datang kepada saya. Dengan kekuatan bulan, alhasil deklarasi yang akan saya tuliskan ini tercetus. Bahwasannya:
Blog ini untuk sementara waktu tak akan dulu memikirkan SEO atau si ramping Alexa; niche blog gadis kardus adalah kuliner, jalan-jalan, dan seputar kehidupan pribadi, kehidupan pribadi ini terinspirasi dari salah satu dewi blogger Indonesia yakni Mba Nuniek yang dengan piawainya mengemas cerita kehidupan sehari-hari, namun ada manfaat dalam setiap ceritanya.
 |
| Mba Nuniek Sewaku Menjadi Pembicara Tiket.com di Eduplex Bandung |
Mba Nuniek..... Berikan kekuatanmu padaku!
Ya, rasanya untuk blog pribadi dan baru ini, urusan SEO dan si ramping ALEXA tak perlu menjadi incaran utama, dulu. Lain halnya dengan blog kantor. Dan, babak blog baru ini akan dimulai dari cerita beberapa bulan yang lalu, semoga belum kadaluarsa kaya roti warung.
--------------------------------------------
Tidak ada yang namanya kebetulan. Sepenggalan QS: Ali Imran, ayat 190 -191. Begitupula saat saya bertemu dengan ibu muda yang tangguh di salah satu rumah sakit dibilangin Cicadas Kota Bandung. Kasian bener kalo orang-orang mau ke rumah sakit itu, udah
becyeek, banyak tukang dagang, tapi ada tukang ojek
kok!
Hari itu, saya harus mengantar Ibunda tercinta
check up, kalau gak nganter Ibu
haroream deh nginjek yang namanya rumah Sakit, aroma obatnya itu loh.
Buat Romlah gak tahan!
 |
| Salah satu jepretan untuk Ibu Setengah Baya itu |
Sambil menunggu di bangku tunggu, tiba-tiba perempuan separuh baya datang menghampir. Sedih, dikira oppa Korea gitu yang nyamperin sambil mintain no hp, nyatanya si ibu-ibu ini minta tolong untuk difotokan.
Jepret-jepret berbagai posisi, ada suaminya datang, 180 derajat langsung berubah menjadi ibu yang pendiam.
Damang bu?
 |
| Nada dan Teh Eva |
 |
| Nada dan Ibu "Narsis" |
Di hadapan kami, seorang balita cantik dan lincah terus tertawa bersama ibunya, sambil memegang sepotong biskuit marie. Tawa si anak membuat kami langsung menggoda dan memotret balita
bule ini. Ya, bisa dikatakan balita ini bak
bule dengan kulitnya yang putih. Padahal gak semua
bule putih. Langsung saja jurus SKSD saya keluarkan.
"Lagi nunggu siapa teh?", sambil dikit-dikit mencubit manja ala Syahrini ke pipi dede bule.
" Lagi nunggu dipanggi dokter Neng, mau check up si dede".
" Dede yang ini? Anaknya kan teh? Sakit apa?" sontak saya kaget, karena balita cantik ini yang sakit.
"Iya, Dede sakit hidrosefalus, baru beres dioperasi."
Mendengar penyakit hidrosefalus, semakin membuat saya kaget dan langsung mengingat betapa (maaf) mengerikannya penyakit hidrosefalus itu. Dimana kita melihat batok kepala orang membesar. Ya, saya hanya melihat di dalam acara pendanaan televisi, bukan di dunia nyata.
Hidrosefalus adalah penyakit yang menyerang organ otak. Penderita hidrosefalus mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak. (Alodoketer.com)
Begitupula dengan sesosok balita yang putih, cantik, dan ceria ini. Siapa yang mengira kalo ia terkena hidrosefalus? Kepalanya pun tidak membesar seperti yang saya lihat di acara-acara televisi. Setelah dilihat lebih lama, memang jidatnya agak terlihat menonjol ke depan, tapi itu masih terlihat umum layaknya orang yang normal.
Really!
Balita ini kerap dipanggil Nada. Lengkapnya,
Latifa Qatrunnada Firmansyah. Nada salah satu anak yang beruntung yang mengidap penyakit hidrosefalus dengan menggunakan alat terapi yang dinamakan
VP-shunt.
Shunt merupakan pemasangan saluran yang mengaliri cairan dalam otak menuju....Sebelumnya, Nada harus berjuang melakukan operasi sebanyak dua kali. Perjuangannya belum berhenti, hingga sekarang Nada harus terus melakukan terapi.
 |
| VP-Shunt pada Kepala Nada |
Yang lebih sedih melihat semua ini, saya yakin adalah orangtuanya. Orangtua saya pun, meskipun saya sakit magh hingga harus makan yang lembek-lembek, sudah sangat sedih. Apalagi dengan kedua orangtua Nada yang tiba-tiba mengetahui jika anaknya mengidap hidrosefalus, padahal sewaktu berada di kandungan, janinnya baik-baik saja.
Seminggu setelah lebaran di tahun 2014, keluarga besar lainnya heran dengan kepala Nada yang agak besar. Teh Eva, biasa saya memanggilnya dan suami tak telalu menanggapinya. Sampai akhirnya, Nada yang belum genap satu tahun jatuh dari tempat tidur. Nada sempat menangis histeris, namun hanya sebentar.
Keesokan harinya, Nada terkena flu. Dan dari sana kondisinya mulai kurang baik, Nada demam selama satu minggu, tidak bisa buang air besar, hingga muntah sembilan kali pada hari itu. Hingga pada suatu kondisi, Nada tidak merespon apapun termasuk suara dan matanya memandang kosong.
Hingga akhirnya, hari itu mungkin hari yang terburuk bagi pasangan muda ini. Setelah hasil
CT Scan keluar, terdapat cairan 10 kali lipat dari ukuran normal pada kepala Nada. Teh Eva dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada Nada, meskipun dokter mengatakan semua operasi kemungkinan hasilnya adalah 50:50. Orangtua mana yang tak takut saat dokter berkata begitu?
Dua jam operasi berlangsung, dan Nada siuman 1 jam 15 menit setelah operasi. Mendengar ceritanya langsung, membuat saya tak bisa berkata apa-apa. Dan mulai membayangkan apa yang terjadi saat kejadian itu.
Betapa tegarnya mereka saat harus melihat buah hatinya dioperasi di usianya yang sangat muda. Betapa kuatnya mereka saat orang-orang disekitar mereka malah membuat semangat mereka menurun. Dengan banyak mengatakan, "
Penyakit kaya gitu mah gak akan sembuh.";
"Mahal biaya pengobatan ke rumah sakit, pengobatan tradisional saja."
 |
| Hari Pertama Setelah Nada Operasi |
Ma'unah atau pertolongan dari Allah selalu datang pada waktu dan cara yang tepat. Sekarang, Nada sehat dan kepalanya pun tidak membesar. Setelah operasi Nada berangsur membaik. Nada mulai belajar berjalan, meskipun umurnya sudah 16 bulan, Nada belum bisa merangkak.
Allah juga mengirimkan malaikat-malaikat nya melalui tangan manusia. Adalah orangtua, mertua, dan keluarga Teh Eva beserta suami yang selalu men-
support mereka. Saya ingat, Teh Eva menyebut kata nama A'Alex dan Tante yang selalu siap siaga meluangkan waktu untuk mengantarnya ke Rumah Sakit.
Besar atau kecil sebuah perhatian yang kita berikan pada orang lain ternyata begitu berkesan ya.
Mereka merupakan pasangan orangtua muda yang memiliki hati baja. Oh ya, Teh Eva masih seumuran saya yaitu 24 tahun. Tapi, ia dan suaminya mampu melewati masalah ini. Mereka pasangan muda yang saling melengkapi. Saat Teh Eva, merasa bersalah atas apa yang dialami anaknya, sang suami berusaha menguatkannya dan meyakininya bahwa mereka bisa melewatinya.
Memang wajar jika orangtua berharap, anak yang dilahirkannya terlahir sehat dan normal. Faktanya, menurut kesaksian mereka ada sebagian orangtua yang malu saat anaknya mengidap hidrosefalus, padahal mereka adalah orang yang mampu secara materi. Bukankah anak adalah karunia dari Tuhan, yang sejak mereka menikah, anak tersebut mereka dambakan?
 |
| Ulang Tahun Nada ke-1 |
 |
| Setelah pertemuan di Rumah Sakit, kami menjadi berteman :) |
Semua telah Allah rencanakan termasuk pertemuan saya dengan Teh Eva. Pasangan muda ini bernadzar jika Nada sembuh, ia ingin menolong pengidap hidrosefalus yang kekurangan biaya dan meyakini para orangtuanya. Karena suaminya gemar berlari, ia bernadzar untuk lari dari Bandung ke Pangandaran. Mereka hendak menggandeng salahsatu
startup crownfunding Kitabisa.com, untuk membantu nadzarnya ini. Dan, di sinilah peran saya, beberapa minggu lalu sebelumnya, saya sempat me-
review tentang
startup ini. Akhirnya, saya dan Teh Eva berencana untuk melakukan kampanye melalaui
Kitabisa.com. Sayangnya, untuk beberapa alasan kami belum sempat merealisasikan hal ini.
 |
| Teh Eva, Suami, dan Nada |
Teh Eva, Nada....
Terima kasih telah datang ke kehidupan saya dan mengajarkan satu hal yang penting dalam hidup ini.
Seberapa banyak doa atau permintaan saya pada Tuhan. Mampukah saya melewati pelajaran untuk mencapai keinginan saya tersebut?
Orangtua yang bijak dan baik, tak mengenal usia dan berapa lama usia pernikahannya. Melainkan mereka yang mampu, menyelesaikan kemelut dalam rumah tangganya dengan baik tanpa mengorbankan si anak.
Tuhan selalu menjawab doa umatnya. Bedanya, Tuhan tahu mana yang kita butuhkan dan mana yang kita inginkan. Malukah kita yang hanya berdiam diri, tanpa melakukan kebaikan, padahal diberi kesehatan oleh Allah SWT.